KULTUR SEKOLAH
Nama :
Rosanti
Nim :11901009
Kelas :
PAI 4A
Mata Kuliah :
Magang 1
Dosen Pengampu :
Farninda Aditya, M.Pd.
KULTUR SEKOLAH
Sekolah
merupakan lembaga pendidikan yang di dalamnya memiliki sebuah sistem kehidupan
yang mengatur warga sekolah. Sekolah menjadi bagian penting dari kultur
nasional yang dikembangkan melalui kultur sekolah. Sebagai institusi pendidikan
formal, sekolah dituntut menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan akademis
tertentu, ketrampilan, sikap dan mental, serta kepribadian lainnya sehingga
mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau bekerja
pada lapangan pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan ketrampilannya.
(Moerdiyanto: 2007).
Pengertian
kultur sekolah
kultur
sekolah dapat diartikan sebagai kualitas internal-latar, lingkungan, suasana,
rasa, sifat dan iklim yang dirasakan oleh seluruh orang. Kultur sekolah
merupakan kultur organisasi dalam konteks persekolahan, sehingga kultur sekolah
kurang lebih sama dengan kultur organisasi pendidikan. Kultur sekolah dapat
diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan berkembang
berdasarkan spirit dan nilai-nilai sebuah sekolah. Biasanya kultur sekolah
ditampilkan dalam bentuk bagaimana kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan
lainnya bekerja, belajar dan berhubungan satu sama lainnya sehingga menjadi
tradisi sekolah. Budaya sekolah dipandang sebagai eksistensi suatu sekolah yang
terbentuk dari hasil mempengaruhi antara tiga faktor, yaitu sikap dan
kepercayaan, norma-norma, dan hubungan antara individu sekolah (Aan Komariah,
2006 : 121).
Dalam kaitannya
dengan upaya peningkatan kualitas sekolah misalnya, sekurangnya ada lima aspek
pokok yang perlu diperhatikan, yaitu: 1) proses belajar mengajar, 2)
kepemimpina sekolah, 3) manajemen sekolah, 4) sarana dan prasarana dan 5)
kultur sekolah (Ariefa: 2008). Namun aspek yang kelima yaitu kultur sekolah,
belum banyak diangkat sebagai salah satu aspek yang menentukan, termasuk dalam
upaya peningkatan kualitas sekolah dalam pengembangan good school (sekolah
efektif). Kultur sekolah menekankan pentingya kesatuan, stabilitas, dan harmoni
sosial pada sekolah dan realitas sosial. Sekolah merupakan sistem sosial yang
mempunyai organisasi yang unik dan pola relasi diantara para anggotanya.
Sekolah mempunyai kultur yang harus dipahami dan dilibatkan agar perubahan yang
terjadi bisa berlangsung terus menerus. Menurut Seymour dan Sarason (dalam
Farida Hanum: 2013), kultur sekolah mempunyai kultur yang harus dipahami dan
harus dilibatkan jika suatu usaha mengadakan perubahan terhadapnya tidak
sekedar pencitraan. Melalui kultur sekolah yang baik, sekolah juga dapat
dikembangkan menjadi sebuah sekolah yang efektif atau biasa disebut dengan
istilah good school. Menurut Mortimore (Ariefa: 2010) good school atau sekolah
efektif merupakan sekolah yang bukan hanya mendukung tercapainya prestasi
akademik akan tetapi juga menjaga agar semua siswa dapat berkembang sejauh mungkin
jika dibandingkan dengan kondisi awal ketika mereka baru memasuki sekolah.
Program-program
sekolah dalam mengembangkan kultur sekolah untuk mendukung good school (sekolah
efektif) baik untuk guru dan siswa ada berbagai macam. Bagi guru ada program
silabus dan RPP (Rancangan Proses Pembelajaran), pengembangan soalsoal HOTS
(Higher Order Thingking), dan pengembangan ERaport. Semua program tersebut
berjalan beriringan dan dapat diikuti oleh semua guru dengan baik.
Karakteristik Kultur Sekolah
Kultur sekolah
diharapkan memperbaiki mutu sekolah, kinerja di sekolah dan mutu kehidupan yang
diharapkan memiliki ciri sehat, dinamis atau aktif, positif, dan profesional.
Sekolah perlu memperkecil ciri tanpa kultur anarkhis, negatif, beracun, bias
dan dominatif. Kultur sekolah sehat memberikan peluang sekolah dan warga
sekolah berfungsi secara optimal, bekerja secara efisien, energik, penuh
vitalitas, memiliki semangat tinggi, dan akan mampu terus berkembang Sifat
dinamika kultur sekolah tidak hanya diakibatkan oleh dampak keterkaitan kultur
sekolah dengan kultur sekitarnya, melainkan juga antar lapisan-lapisan kultur
tersebut. Perubahan-perubahan pola perilaku dapat secara proses mengubah sistem
nilai dan keyakinan pelaku 18 dan bahkan mengubah sistem asumsi yang ada,
walaupun ini sangat sukar. Dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan
konflik dan jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan
yang positif (Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 6-7).
Kultur-kultur
yang direkomendasikan Depdiknas untuk dikembangkan antara lain :
1.
Kultur
yang terkait prestasi/kualitas :
(a)
semangat
membaca dan mencari referensi;
(b)
keterampilan
siswa mengkritisi data dan memecahkan masalah hidup;
(c)
kecerdasan
emosional siswa;
(d)
keterampilan
komunikasi siswa, baik itu secara lisan maupun tertulis;
(e)
kemampuan
siswa untuk berpikir obyektif dan sistematis.
2.
Kultur
yang terkait dengan kehidupan sosial :
(a)
nilai-nilai
keimanan dan ketaqwaan;
(b)
nilai-nilai
keterbukaan;
(c)
nilainilai
kejujuran;
(d)
nilai-nilai
semangat hidup;
(e)
nilai-nilai
semangat belajar;
(f)
nilai-nilai
menyadari diri sendiri dan keberadaan orang lain;
(g)
nilai-nilai
untuk menghargai orang lain;
(h)
nilai-nilai
persatuan dan kesatuan;
(i)
nilai-nilai
untuk selalu bersikap dan berprasangka positif;
(j)
nilai-nilai disiplin diri;
(k)
nilai-nilai
tanggung jawab;
(l)
nilai-nilai
kebersamaan;
(m)
nilai-nilai
saling percaya;
(n)
dan
nilai-nilai yang lain sesuai kondisi sekolah ( Depdiknas Direktorat Pendidikan
Menengah Umum, 2003: 25-26).
Keberadaan
siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah mempunyai peranan yang tidak
kecil dalam kelangsungan pendidikan di sekolah. Guru dapat saja mengajar
meskipun tidak ada bangku, tidak ada ruang kelas, tidak ada buku dan tidak ada
alat peraga. Tapi guru tidak dapat mengajar tanpa ada siswa yang terlibat, baik
langsung maupun tidak langsung. Membangun kegiatan pengajaran dan pendidikan di
sekolah tidak saja berarti membangun kinerja guru melainkan juga kinerja siswa.
Upaya-upaya meningkatkan kinerja siswa pada proses pembelajaran dirinya
sangatlah penting, terutama karena pada hakikatnya merekalah pemilik sekolah.
Sekolah dan segenap komponen lainnya disediakan untuk membantu proses belajar
siswa. Pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) merupakan generasi muda dan
aset bangsa yang harus dipersiapkan agar memiliki watak dan karakter yang
unggul dan tangguh dan memiliki komitmen terhadap kewajibannya sebagai individu
maupun anggota masyarakat. Mereka ini pada umumnya berada dalam masa
perkembangan sangat sensitif untuk menemukan jati dirinya atau dalam
pembentukan watak dan karakter pribadinya. Pendidikan formal di sekolah
merupakan upaya yang sangat strategis untuk membentuk karakter dan
kepribadiannya di samping keluarga dan masyarakat. Pendidikan yang berwujud
lembaga atau institusi sekolah dalam terminologi kebudayaan, dapat dianggap
sebagai suatu pranata sosial yang di dalamnya berlangsung kelakuan-kelakuan
tertentu yaitu interaksi antara pendidik dan peserta didik sehingga mewujudkan
suatu sistem nilai atau keyakinan, norma juga kebiasaankebiasaan yang dipegang
bersama.
Fungsi Kultur Sekolah
Dalam
upaya meningkatkan mutu sekolah dituntut untuk terus menerus melakukan
perbaikan, pengembangan kualitasnya melalui peningkatan kultur sekolah. Kultur
sekolah memegang peranan penting dalam peningkatan mutu karena memiliki empat
fungsi, yaitu:
Ø Sebagai
alat untuk membangun identitas (jati diri).
Ø Kultur
sekolah akan mendorong warga sekolah untuk memiliki komitmen yang tinggi.
Ø Kultur
sekolah akan mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika sosial yang
berkualitas. Hal ini penting agar lingkungan sekolah menjadi kondusif
tidak terganggu oleh konflik yang akan menghambat peningkatan mutu pendidikan.
Ø Kultur
sekolah akan membangun keberartian lingkungan yang positif bagi warga sekolah.
KESIMPULAN
Ø Budaya sekolah merupakan perilaku bersama warga sekolah dan
konsensus bersama yang positif maupun negatif yang dilakukan oleh warga sekolah
yang merupakan kepercayaan dasar yang dianut semua warga sekolah dalam sikap
dan perilaku.
Ø Dengan budaya sekolah mampu menjadikan lingkungan sekolah yang
kondusif sehingga dapat mewujudkan kualitas pendidikan yang baik selaras dengan
visi maupun misi sekolah serta dapat mengoptimalkan kinerja guru, kepala
sekolah, karyawan dan siswa sehingga hasilnya optimal sesuai dengan harapan.
Sumber
bacaan:
Sukadari,
Peranan Budaya Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,jurnal
exponential,vol,1,No,1 maret 2021
Nurul
Imtihan, Kultur Sekolah Dan Kinerja Peserta Didik Man Yogyakarta III,
Tadbir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, Volume 6, Nomor 2 : Agustus 2018
Ariefa
Efianingrum, Kultur Sekolah, Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 No.1 , Mei
2013
https://media.neliti.com/media/publications/29297-ID-membangun-kultur-masyarakat-sekolah.pdf

0 Response to "KULTUR SEKOLAH"
Post a Comment