Cerita fiktif


Aku dan Bayangan


Matahari telah  berganti bulan ,siang telah berganti malam dan yang terdengar hanyalah hembusan  halus  dan lembuat  suara angin menyapa ,dan kini tinggalah aku dan bayangan  yang belum bisa memejamkan mata
"Aku bergumam dalam hati ,kenapa sihhhhh bayangan  kamu itu tidak bisa bicara dan kamu hanya bisa mengikuti  gerak ku saja??"
Dulu sewaktu  masa kecil  ,aku  selalu ingin bermain,bersenda gurau ,ingin cerita,dan ingin kuberitahukan kepada orang lainnn kalau sekarang aku sedang bahagia
Namun karna aku dulu  masih kecil jadi mereka para orang dewasa tak menghiraukan ku
Ya kecuali orang  yang selalu menjaga ku ,ayah dan mama
Mama selalu berkata kapada ku" jadilah wanita yang kuat dan tangguh ya nak,dan semoga perilaku mu  indah seperti arti namamu,mawar yang  indah dan sempurna"
Dan sejak saat itu lah aku selalu merenungkan perkataan  mama ku, di tengah kegelapan malam  bersama banyangan.... dan pada saat kecil dulu aku sangat bergembira  dan bahagia  jika malam telah datang ,dan ketika di rumahku mati lampu
Memang sih terlintas kedengarannya anehhhhhh ,namunnn ya ituuu lah akuuu.
Merasa bahwa banyangan adalah teman terbaikku
" Banyangan ayoo donggg  kita bermain!!! Tiap hari ingin rasanya aku selalu bercerita dengan mu wahai banyangan "
Dari cerita yang sedih dan sampai yang bahagia  akan kuceritakan semuanya kepadamu"
" sahabatku  kamu harus tau bahwa kebahagian akan datang karna kamu yang menciptakannya ,yakin dan percayalah kebahagiaan  itu akan datang  karna kamu sendiri yang menciptakannya" jawab banyangan
Aku hanya bisa terdiam dan tertegun  tak percaya rasanya  bayangan  bisa berbicara kepada ku,aku bingung apakah aku harus bahagiaa? Dan apakah aku harus takut?
Aku bertanya tanya dalam hati apakah ini mimpi? Atau hanya halusinasi ?
Dan tiba- tiba suara petir berbunyi dengan sangat keras  serentak membuat terkejut
Dan membuat terbangun dari tidur kuuu
Oohhh tuhannn ternyata ini hanyalah halusinasi yang terbawa oleh mimpi  yang seolah - olah  benar - benar terjadi
Banyangan, terimaksih  atas nasehatmu yang membuatku  berfikir bahwa ternyata aku tak pernah sendiri ,aku selalu di temani oleh orang-orang  yang selalu  ku sayanggg dan orang yang meyanyangiku  dengan tulus
Inilah yang menjadi saksi bisu dalam proses kehidupanku
Yang tak kan pernah kulupa

Aku dan bayangan


Aku akan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan allah kepadaku
Diberikan kasih dan sayang oleh teman- teman yang selalu ada mengelilingi hari-hari ku...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita fiktif"

Post a Comment