EVALUASI PEMBELAJARAN
Nama : Rosanti
Nim : 11901009
Kelas : PAI 4A
Mata
Kuliah : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd.
Evalusi pembelajaran
1. Pengertian evalusi
Evaluasi
dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Evaluation. Dalam buku Essentials
of educational Evaluation karangan Edwin Wand dan Gerald W. Brown di katakana
bahwa: evaluation refer to the act or proses to determining the value of
something (Wand and Brown, 19, hal 1).
Menurut
beliau evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai
darai pada sesuatu. (Nurkancana, W dkk :1983) Wrightstone, dkk. (Djaali &
Pudji Muljono, 2007). yang mengemukakan bahwa evaluasi pendidikan adalah
penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan atau
nilai-nilai yang telah ditetapkan oleh kurikulum. lebih spesifik Grondlund dan
Linn (1990), mendefinisikan evaluasi pembelajran adalah suatu proses mengumpulkan,
menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan
sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.
Arifin,
Z (2011:12) bahwa “proses pembelajaran guru akan mengatur seluruh rangkaian
kegiatan pemelajaran, mulai membuat desain, melaksanakan kegiatan bertindak
mengajar, melakukan evaluasi pembelajaran termasuk prses dan hasil belajar
berupa dampak pengajaran”. Lessinger (Gibson, 1981: 374), mendefinisikan
evaluasi adalah proses penilaian dengan jalan membandingkan antara tujuan yang
diharapkan dengan kemajuan/prestasi nyata yang dicapai.
Berbicara
tentang pengertian evaluasi pendidikan, Lembaga Administrasi Negara (1987),
memberikan batasan mengenai Evaluasi Pendidikan, antara lain sebagai berikut:
a. Evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan perestasi belajar siswa.
Definisi yang pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950). Ahli ini menyatakan
bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh
mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika
belum, bagaimana yang belum dan apa sebabnya. b. Definisi yang lebih luas
dikemukakan oleh dua orang, yakni Cronbach dan Stufflebeam. Tambahan definisi
tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan
tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan”. c. Pendidikan hendaknya
diarahkan pada dua dimensi, yaitu: Pertama, dimensi dialektikal horizontal.
Kedua, dimensi ketundukan vertikal.
2. Tujuan Pelaksanaan Evaluasi
Pendidikan
Secara
umum tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan
efisiensi sistem pembelajaran secara luas. Sistem pembelajaran dimaksud
meliputi: tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun
sistem penilaian itu sendiri. Selain itu, evaluasi pembelajaran juga ditujukan
untuk menilai efektifitas strategi pembelajaran, menilai dan meningkatkan
efektifitas program kurikulum, menilai dan meningkatkan efektifitas
pembelajaran, membantu belajar peserta didik, mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan peserta didik, serta untuk menyediakan data yang membantu dalam
membuat keputusan. Berikut tujuan umum dan tujuan khusus dalam evaluasi
pendidikan :
a. Tujuan Umum :
1. Untuk
mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut
tentang tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem
penilaian itu sendiri.
2. Untuk
menghimpunbahan keterangan (data) yang dijadikan sebagai bukti mengenai tarap
kemajuan anak didik dalam mengalami proses pendidikan selama jangka waktu
tertentu.
b. Tujuan Khusus
Penilaian
dalam pembelajaran Chittenden (1994), mengemukakan (assessment purpose) adalah
“keeping track, checking-up, finding-out, and summing-up”.
1. Keeping
track, yaitu untuk menelusuri dan melacak proses belajar peserta didik sesuai
dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2. Checking-up,
yaitu untuk mengecek ketercapaian kemampuan peserta didik dalam proses
pembelajaran dan kekurangan-kekurangan peserta didik selama mengikuti proses
pembelajaran.
3. Finding-out,
yaitu untuk mencari, menemukan dan mendeteksi kekurangan kesalahan atau
kelemahan peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga guru dapat dengan
cepat mencari alternatif solusinya.
4. Summing-up,
yaitu untuk menyimpulkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi
yang telah ditetapkan.
3. Fungsi Evaluasi Pembelajaran
Fungsi
evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat
fungsi, Purwanto (2010: 5) yaitu: Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan
serta keberhasilan siswa, Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program
pengajaran, Untuk keperluan bimbingan dan konseling (BK), Untuk keperluan
pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah Dalam kegiatan mengajar menurut
Sukardi, (2008: 4) evaluasi berfungsi sebagai berikut: Sebagai alat guna
mengetahui apakah peserta didik telah menguasai pengetahuan, nilai-nilai, dan
keterampilan yang telah diberikan oleh seorang guru. Untuk mengetahui
aspek-aspek kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar Scriven
(1967), membedakan fungsi evaluasi menjadi dua macam, yaitu fungsi formatif dan
fungsi sumatif. Stanley (Oemar Hamalik (1989: 6), mengemukakan secara spesifik
tentang fungsi tes dalam pembelajaran yang dikategorikan ke dalam tiga fungsi
yang saling berinterelasi, yakni “fungsi instruksional, fungsi administratif,
dan fungsi bimbingan”
Di
antara kegunaan yang dapat di ambil dari kegiatan evaluasi pendidikan dan
pembelajaran di sekolah mempunyai fungsi sebagai berikut: 1) Terbukanya
kemungkinan bagi evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang
telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pendidikan dan pembelajaran. 2)
Untuk mengetahui peserta didik yang terpandai dan terkurang di kelasnya. 3)
Untuk mendorong persaingan yang sehat antara sesama peserta didik. 4) Untuk
mengetahui kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mengalami pendidikan
dan pengajaran. 5) Untuk mengetahui tepat atau tidaknya guru memilih bahan,
metode, dan berbagai penyesuaian dalam kelas. 6) Sebagai laporan terhadap orang
tua peserta didik dalam bentuk raport, ijazah, piagam dan sebagainya (Sudijono,
2009: 17)
4. Manfaat Evaluasi
Secara
umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran,
yaitu : elajaran, yaitu : a. Memahami sesuatu : entry behavior, motivasi, dll,
sarana dan prasarana, dan kondisi peserta didik dan dosen b. Membuat keputusan
: kelanjutan program, penanganan “masalah”, dll c. Meningkatkan kualitas PBM :
komponen-komponen PBM Sementara secara lebih khusus evaluasi akan memberi
manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran, seperti peserta
didik, guru, dan kepala sekolah. Bagi Peserta didik, Mengetahui tingkat
pencapaian tujuan pembelajaran : Memuaskan atau tidak memuaskan, Bagi Guru
pertama, mendeteksi peserta didik yang telah dan belum menguasai tujuan :
melanjutkan, remedial atau pengayaan, kedua, ketepatan materi yang diberikan :
jenis, lingkup, tingkat kesulitan, dll. Ketiga, ketepatan metode yang digunakan
dan Bagi Sekolah pertama, hasil belajar cermin kualitas sekolah, kedua, membuat
program sekolah, ketiga, pemenuhan standar Dengan demikian dapatlah di fahami
bahwa evaluasi sangat perlu/bermanfaat dan merupakan syarat mutlak untuk
perbaikan, agar mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Jika di
temukan hubungan antara hasil belajar dengan efektivitas metode mengajar
terbukalah kemungkinan untuk mengadakan perbaikan. Sebelum kita mengevaluasi
kemampuan metode baru pada sejumlah peserta didik, perlu kita pikirkan bahwa
proses pembelajaran itu dinamis, senantiasa terjadi perubahan pada guru maupun
murid dalam interaksi itu. Disamping hasil belajar seperti diharapkan oleh guru
mungkin timbul pula hasil sampingan yang positif maupun negatif. misalnya, peserta
didik menguasai bahan yang disajikan akan tetapi ia disamping itu merasa senang
atau benci terhadap tindakan pribadi gurunya. mengajar terbukalah kemungkinan
untuk mengadakan perbaikan. Sebelum kita mengevaluasi kemampuan metode baru
pada sejumlah peserta didik, perlu kita pikirkan bahwa proses pembelajaran itu
dinamis, senantiasa terjadi perubahan pada guru maupun murid dalam interaksi
itu. Disamping hasil belajar seperti diharapkan oleh guru mungkin timbul pula
hasil sampingan yang positif maupun negatif. misalnya, peserta didik menguasai
bahan yang disajikan akan tetapi ia disamping itu merasa senang atau benci
terhadap tindakan pribadi gurunya.
5. Prinsip Evaluasi Pembelajaran
Prinsip
penilaian Validitas, Reliabilitas, Menyeluruh, Berkesinambungan, Obyektif,
Mendidik (Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas 2006). Pelaksanaan evaluasi agar
akurat dan bermanfaat baik bagi peserta didik, pendidik ataupun pihak yang
berkepentingan, maka harus memperhatikan prinsip[1]prisip sebagai
berikut (Ramayulis, 2008: 225-226): Dengan berpijak pada kompetensi, maka
ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan
terarah. Evaluasi harus dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu
untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan peserta didik, sehingga
kegiatan dan unjuk kerja peserta didik dapat dipantau melalui penilaian
(Arifin, 2016: 31). Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, meliputi
kepribadian, ketajaman hafalan, pemahaman, ketulusan, kerajinan, sikap kerja
sama, tanggung jawab, dan sebagainya, atau dalam taksonomi Benjamin S. Bloom
lebih dikenal dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Kesimpulan
Dalam
konteks pembelajaran, evaluasi memiliki kedudukan yang sangat penting dan
strategis, karena termasuk dalam langkah-langkah pembelajaran. Tujuannya untuk
mengetahui efektivitas dan efisiensi sistem pembelajaran. Ruang lingkunya
mencakup evaluasi dalam program pembelajaran, proses pembelajaran, dan hasil
pembelajaran. Secara umum, prinsip evaluasi terdiri dari kontinuitas,
komprehensif, adil, objektif, kooperatif, dan praktis. Adapun secara khusus,
prinsipnya terdiri dari keterpaduan, koherensi, pedagogis, dan akuntabilitas.
Daftar
pustaka
Magdalena,
dkk KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI BENCONGAN 1, PENSA
: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Volume 2, Nomor 1, April 2020; 87-98
Idrus,
EVALUASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN,jurnal manajemenpendidikan islam, Volume. 9,
No. 2 Agustus 2019
Nunung,
EVALUASI PEMBELAJARAN: Sebuah Kajian Teori, Jurnal Edueksos Vol III No 1,
Januari-Juni 2014
TUGAS KELOMPOK
KELOMPOK 1 ANALISIS LAH SEJARAH LAHIRNYA DAULAH USMANI
KELOMPOK DUA ANALISIS LAH STRATEGI DAN KEBIJAKAN DAULAH USMANI
KELOMPOK 3 INDENTIFIKASILAH KEMAJUAN PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH USMANI
KELOMPOK 4 INDENTIFIKASILAH PENYEBAB TURKI USMANI MENGALAMI KEMUNDURAN
0 Response to "EVALUASI PEMBELAJARAN "
Post a Comment