MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH


Nama                           : Rosanti

Nim                             :11901009

Kelas                           : PAI 4A

Mata Kuliah                : Magang 1

Dosen Pengampu        : Farninda Aditya, M.Pd.

 

Manajemen berbasis sekolah

Assalamualaikum soca (sobat baca), di minggu yang lalu kita sudah membas mengenai kurltur sekolah dan pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai manajemen berbasis sekolah  ya..

ayooo simak ya penjelasannya…..!!!

A.     Manajemen Sekolah

           Pendidikan yang baik tidak hanya melibatkan input fisik seperti ruang kelas, guru dan buku teks tetapi pada pengajaran dan pembelajaran yang lebih baik. Menurut Purcell dan Ahlstrand (Kiragu, King’oina, & Migosi, 2013), dalam banyak sistem pendidikan, muncul pengakuan bahwa pengambilan keputusan dan manajemen berbasis sekolah berpotensi membawa peningkatan kualitas pendidikan. Bertolak dari latar belakang inilah semakin banyak minat dalam desentralisasi layanan pendidikan termasuk fungsi manajemen sumber daya manusia. Malen et al. (Kiragu et al., 2013), berpendapat bahwa MBS dapat dilihat secara konseptual sebagai perubahan formal dari struktur pemerintahan, sebagai bentuk desentralisasi yang mengidentifikasi sekolah individu sebagai unit utama perbaikan dan bergantung pada redistribusi otoritas pengambilan keputusan sebagai sarana utama yang melaluinya perbaikan mungkin dirangsang dan dipertahankan. Dengan demikian dalam MBS tanggung jawab dan wewenang pengambilan keputusan atas operasi sekolah dialihkan ke kepala sekolah, guru, orang tua dan kadang-kadang ke siswa dan anggota komunitas sekolah lainnya. Namun, para aktor di tingkat sekolah ini harus mematuhi atau beroperasi dalam serangkaian kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah pusat. Program MBS ada dalam berbagai bentuk, baik dalam hal siapa yang memiliki kekuatan untuk membuat keputusan dan dalam hal tingkat pengambilan keputusan yang dilimpahkan ke tingkat sekolah.

1.      Pengertian Manajemen

Organisasi atau lembaga pendidikan baik formal maupun non formal sangat membutuhkan pengelolaan atau manajemen. Terry dan Leslie (2009: 1) mengatakan bahwa manajemen adalah suatu proses kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok individu ke arah tujuan organisasional atau maksud yang nyata. Fattah (2011: 1) mengatakan bahwa manajemen diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Muhaimin, dkk (2011: 4) mengatakan bahwa manajemen pada dasarnya merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan serangkaian proses pengelolaan berbagai komponen yang ada di dalamnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2.  Pengertian Manajemen Sekolah

Manajemen dapat dilakukan oleh setiap organisasi diberbagai bidang, termasuk sekolah. Sagala (2011: 55) mengatakan bahwa manajemen sekolah adalah proses dan instansi yang memimpin dan membimbing penyelenggaraan pekerjaan sekolah sebagai suatu organisasi dan mewujudkan tujuan pendidikan dan tujuan sekolah yang telah ditetapkan.Manajemen sekolah merupakan suatu proses. Rohiat (2010: 14) mengemukakan bahwa manajemen sekolah adalah melakukan pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah atau organisasi yang diantaranya adalah manusia, uang, metode, material, mesin, dan pemasaran yang dilakukan dengan sistematis dalam suatu proses. Manajemen sekolah diartikan sebagai proses pendayagunaan sumber daya sekolah. Pendayagunaan sumber daya tersebut melalui kegiatan fungsi- fungsi manajemen. Fungsi tersebut diantaranya adalah fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian secara lebih efektif dan efisien dengan segala aspeknya menggunakan semua potensi yang tersedia agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta produktivitas sekolah yang bermutu.

3.  Tujuan Manajemen Sekolah

        Manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai keunggul- an masyarakat dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi  serta jatidiri sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya. Manajemen berbasis sekolah bertujuan agar otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat  atau local stakeholders memunyai keterlibatan yang tinggi, dan memberikan kerangka dasar bahwa setiap unsur akan dapat berperan dalam meningkatkan mutu, efisiensi dan pemerataan kesempatan pendidikan (Fatah, N. 2004: 12).

Secara lebih khusus, tujuan manajemen berbasis sekolah memiliki tujuan sebagai berikut:

a.       Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.

b.      Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan  pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.

c.       Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orangtua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolah

d.      Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan

e.       Memberdayakan potensi sekolah yang ada agar menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

4.  Manfaat manajemen sekolah

1)      Sekolah dapat mengoptimalkan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan sekolah,karena lebih mengetahui peta kekuatan, kelemahan,peluang, dan ancaman yang mungkin dihadapi.

2)      Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya, khususnya input dan output pendidikan yang akan           dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik.

3)      Pengambilan keputusan partisipatif yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan sekolah, karena sekolah lebih tahu apa yang terbaik bagi sekolahnya.

4)      Penggunaan sumber daya pendidikan lebih efisien dan efefktif bilamana masyarakat turut serta mengawasi. Keterlibatan warga sekolah dalam pengambilan keputusan sekolah menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat.

5)      Sekolah bertanggungjawab tentang mutu pendidikan di sekolahnya kepada pemerintah,orang tua, peserta didik dan masyarakat.

6)      Sekolah dapat bersaing dengan sehat untuk meningkatkan mutu pendidikan.

7)      Sekolah dapat merespon aspirasi masyarakat yang dinamis dengan pendekatan kolaboratif

                Implementasi manajemen sekolah sangatlah berperan penting bagi kelangsungan sistem yang ada disekolah , dengan adanya manajemen sekolah , sekolah akan jauh lebih terkontron dan bisa berjalan sesuai rencana dan dengan mudah akan tercapai tujuan pendidikan nasionalm ,meskipun demikian manajemen sekolah juga memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankannya .

                   Ditinjau dari manajemen sekolah, problematika MBS antara lain sekolah belum banyak melibatkan semua pihak atau pihak luar dalam mengambil keputusan. Kesadaran guru terhadap budaya kedisiplinan dan tanggungjawabnya dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Oleh karena itu, sosialisasi, keterbukaan, motivasi, dam penyatuan visi sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi MBS. (Batubara & Arian, 2017)

                   Adapun faktor lain dari masalah penerapan MBS menurut Jenni dalam Mustuningsih adalah: 1) Kurangnya kemampuan dan pengalaman sekolah untuk mengadopsi dan menerima perubahan, 2) Inovasi MBS dibangun tanpa ada perencanaan yang jelas dan jadwal yang pasti, 3) Kurang aplikatifnya desain model MBS, 4) Jalur birokrasi/komunikasi yang terlalu panjang terkadang tidak memberikan pemahaman yang jelas tentang MBS, 5) Kurang banyaknya pelatihan/ penataran terkait dengan penerapan MBS atau hasil-hasil pelatihan tidak diterapkan di sekolah sehingga sumber daya manusia di SD belum semuanya memahami langkah-langkah dan prinsip-prinsip MBS. (Batubara & Arian, 2017)

 

KESIMPULAN

1)      Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah suatu strategi desentralisasi pengambilan keputusan pendidikan dengan melibatkan orang tua, siswa, guru, pejabat, dan masyarakat untuk mencapai otonomi, fleksibilitas, partisipasi, kemandirian, tanggung jawab, dan akuntabilitas sekolah.

2)      Indikator keberhasilan MBS meliputi dukungan kepala sekolah, guru, sumber keuangan yang cukup, komitmen yang jelas, tanggung jawab, keterampilan dan kualifikasi pejabat sekolah, rencana yang tepat, tanggung jawab, dan akuntabilitas.

3)      Keberhasilan implementasi MBS terkendala oleh beberapa faktor antara lain: sekolah belum banyak melibatkan semua pihak atau pihak luar dalam mengambil keputusan, kesadaran guru terhadap budaya kedisiplinan dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi, keterbukaan, motivasi, dam penyatuan visi.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Wahyudi, Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (School- Based Management) Dalam Rangka Desentralisasi Pendidikan (IP, FKIP, Universitas Tanjungpura, Pontianak)

Hamid, H.  Manajemen Berbasis Sekolah. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2018

Suprihatin, B.  Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah ( Mbs ) Di Sd Sahara Kabupaten Bandung, 2017

Yuyun Elizabeth Patras, Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah Dan Tantangannya, Jurnal Manajemen Pendidikan Vol.7, No.2, Juli 2019

Sri Nurabdiah, Manajemen Berbasis Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah  Jurnal EduTech Vol. 2 No. 1 Maret 2016

 

 

 

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH"

Post a Comment