SEKOLAH


 

SISTEM PENDIDIKAN DI DESA SRI WANGI

Oleh: Rosanti

secara astronomi  kabupaten Kapuas hulu terletak antara 0,50 lintang utara sampai 1,40 bujur barat sampai 114,100 bujur timur dengan ibukota putussibau, dan sebelah utara kapuas hulu berbatasan dengan serawak (Malaysia timur), sebelah barat berbatasan dengan  provinsi Kalimantan timur dan Kalimantan tengah, sebelah selatan berbatasan dengan provinsi kabupaten sintang dan provinsi Kalimantan tengah.

Desa sriwangi kecamatan boyan tanjung, kabupaten Kapuas hulu, provinsi Kalimantan barat, Indonesia. Merupakan desa yang masih tergolong sebagai desa berkembang dan desa sriwangi ini letaknya berada di penghujung sungai boyan.

Sedangkan nama desa sri wangi berasal dari pohon serai wangi, konon katanya pohon  tersebut berbau wangi seperti serai oleh karenanya desa ini dinamakan desa sri wangi, desa ini berdiri sejak tahun 1988 dan membuat jalan pada tahun 1995. Desa sriwangi memiliki batas wilayah yakni sebelah utara berbatasan dengan nanga sangan  atau riam  mengelai, sebelah selatan berbatasan dengan nanga jemah, sebelah timur berbatasan dengan riam piyang dan sebelah barat berbatasan dengan nanga yen. Dengan jumlah penduduk sekitar 767 orang dengan jumlah laki-laki 371 orang dan jumlah wanita 396 orang. 

Pertama kali  yang saya rasakan saat datang sebagai tamu dari luar yang berkunjung ke desa sri wangi kecamatan boyan tanjung,  kabupaten kubu raya, adalah sambutan yang hangat kepada kami semua. Hal ini membuat kami semua semakin betah berada di desa sriwangi ini.

Setelah beberapa hari di desa ini banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan bahwa ternyata banyak sekali potensi alam yang  tersedia di desa sriwangi ini. Salah satunya wisata air terjun bukit mantu itu adalah salah satu destinasi wisata, dan pengetahuan mengenai pendidikan yang ada di di desa sriwangi, kecamatan boyan tanjung.

Berbicara soal pendidikan, Salah satu sektor penting yang secara langsung memberikan kontribusi terbesar dalam mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sektor pendidikan. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan suatu keharusan bagi sebuah bangsa di era globalisasi.

 di setiap daerah pasti mempunyai sistem pendidikanya yang berbeda-beda meskipun secara keseluruhan setiap pendidikan  itu sama. yakni ada bangunan sekolah , murid, guru, dan fasilitas belajar dan  Begitu juga di desa sriwangi.

Di desa sriwangi kecamatan boyan  tanjung ada dua jenis  pendidikan diantaranya ada Pendidikan formal dan non formal.  Menurut undang-undang republic Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal satu (1) yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar  dan proses pembelajaran agar peserta didik  secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Sedangkan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur  dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sedangkan pendidikan non formal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

1.Pendidikan Formal Desa Sri Wangi

Pendidikan formal di desa sriwangi kecamatan boyan tanjung hanya terdapat satu sekolah SD (sekolah dasar) dan satu sekolah SMP (sekolah menengah pertama) yakni SDN 04 Boyan Tanjung, dan SMPN 3 Satu atap boyan tanjung .

Pada tahun 2006 awal mula  sekolah tersebut masih dalam bentuk yayasan, dan seiring berjalannya waktu sekolah tersebut pun semakin hari semakin mengalami perkembangan. 

SMPN 3 satu atap boyan tanjung memiliki gedung sekolah yang bisa dikatakan masih dalam kondisi yang bagus dan fasilitasnya juga sangat memadai, mungkin kondisi pendidikan di desa sriwangi sendiri berbeda dengan kondisi pendidikan yang ada di kota, jika kita lihat bahwa disana dalam proses pembelajaran masih menggunakan bantuan alat tulis kapur dan fasilitasnya tidaklah selengkap seperti apa yang ada di kota.

SMPN 3 satu atap boyan tanjung  memiliki jumlah peserta didik kelas VII ada 18 orang, kelas VIII  ada  14 orang  dan kelas IX berjumlah 28 orang jadi total keseluruhan peserta didik di SMPN 3 ATAP BOYAN TANJUNG berjumlah 60 orang. 

Pada tahun 2019 jumlah total peserta didik di SMPN 3 satu atap boyan tanjung berjumlah 70 orang dan pada tahun 2020 hanya berjumlah 60 orang saja hal tersebut membuktikan bahwa pada 2019 ke 2020 mengalami  penurunan .

Banyak sekali faktor yang menyebabkan anak-anak tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya dan bahkan ada beberapa anak yang hanya tamatan SD ( sekolah dasar ), diantara faktornya yaitu:

Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan di kecamatan boyan tanjung disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga, perhatian orang tua, anak sudah merasa bisa mencari uang sendiri, minat belajar anak rendah, minat anak untuk sekolah rendah , dan lokasi sekolah.

 Faktor perhatian orang tua merupakan faktor yang paling dominan penyebab anak tidak mau melanjutkan pendidikan. Kemudian adanya Faktor lokasi sekolah merupakan faktor kedua penyebab anak tidak mau melanjutkan pendidikan disebabkan karena lokasi sekolah jauh dari rumah. 

Anak–anak yang tidak mempunyai kendaraan pribadi otomatis mereka akan menumpang dengan temannya yang mempunya kendaraan roda dua (motor), namun saat yang mempunyai kendaraan motor ini tidak masuk maka otomatis anak yang ikut menumpang juga tidak masuk sekolah juga” tutur pak azman.

Menurut penuturan pak sekdes desa sriwangi system pendidikan sekarang dan terdahulu sudah semakin berkembang, para orang tua sekarang sangatlah mengupayakan untuk para anak-anaknya agar tetap melanjutkan pendidikan agar nantinya tidak sama seperti kedua orang tuanya, yang rata-rata didesa sriwangi ini tamatan sekolah dasar. Dan untuk anak-anak yang putus sekolah hanya 2 % saja.

Menurut salah satu penuturan guru disana pak azman S.Pd sebagai guru mata pelajaran penjaskes bahwa adanya pandemi covid-19 proses belajar  mengajar kurang efektif apalagi dalam mata pelajaran penjaskes yang seharunya selalu ada praktek, namun karena adanya covid-19 ini membuat praktek mata pelajaran penjaskes atau olahraga terhambat dan hanya belajar teori dan sesekali praktik. jadi saat proses penyampaian materi tidak bisa menyeluruh  berbeda dengan sebelumnya adanya covid-19.

Dampak dari adanya pandemic bukan hanya dirasakan oleh kami yang tinggal dikota saja, namun dirasakan juga oleh guru-guru di desa sriwangi. Jika kita lihat dari segi kehidupan sehari-hari mungkin tidak pengaruh dengan adanya virus corona ini namun untuk sistem pendidikanya sendiri sangatlah berpengaruh karena mengikuti aturan yang diperintahkan oleh pemerintah .

Selain itu dampak dari adanya pandemi ini yang sangat dirasakan adalah ditundanya perlombaan O2SN yang diadakan di putussibau untuk sekolah SMPN 3 ATAP BOYAN TANJUNG sendiri mengikuti dua cabang lomba  yakni lomba lompat jauh dan lomba lari.

Namun adanya pandemi ini sekolah kurang efektif hanya diadakan pertemuan setiap hari senin untuk mengumpulkan dan mengambil tugas sekolah. Dan masa libur yang panjang ini  menjadi ladang kesempatan untuk anak-anak yang sedang libur sekolah untuk bekerja membantu kedua orang tuanya.  

didesa sri wangi kecamatan boyan tanjung  kabupaten Kapuas hulu anak-anak disini sangatlah mandiri diusia mereka yang masih belia ini, mereka sudah bekerja agar nantinya dapat meringankan beban kedua orang tua, mereka bekerja sebagai penambang mas, ada yang memang ikut orang tuanya ada yang inisiatif sendiri untuk kerja dan membentuk kelompok sendiri. 

saat anak-anak sudah bekerja dan menghasilkan uang yang cukup untuk membeli apa yang mereka inginkan itulah salah satu factor juga yang dapat membuat anak-anak malas untuk menempuh pendidikan kejenjang selanjutkan.

Salah satu anak-anak didesa sriwangi yang bekerja sambil bersekolah adalah siti amanda  yang  masih berusia sangat belia yakni berusia 14 tahun, dan masih duduk di bangku kelas IX . siti mempunya cita-cita yang sangat luar biasa yang akan dipersembahkan nantinya untuk kedua orang tua. Polwan panggilan akrab kami untuk siti karena cita-citanya ingin sekali menjadi seorang polwan, menurutnya bekerja itu hanya untuk mengisi waktu libur panjang ini dan bisa membantu kedua orang tua. Semoga saja apa yang dicita-citakan siti tercapai . Aamiin.

Jika kita lihat didesa sri wangi ini hanya mempunyai satu SD dan satu SMP, menurut penuturan pak halidat S.Ap selaku kasi kesra bahwa factor yang mempengaruhi didesa sri wangi ini hanya memiliki satu SD dan satu SMP banyak sekali factor penghambatanya diantaranya yaitu:

  • Tidak memiliki sekolah pendukung
  • Harus adanya data depodik
  • Jarak tempuh
  • SDM (sumber daya manusia)

Itulah salah satu factor penghambat kenapa didesa sri wangi sendiri masih mempunya satu sekolah SD dan SMP. Jika dipaparkan secara terperinci mungking faktornya sangatlah banyak namun sejauh pengamatan pak halidat yang paling menonjol adalah ketiga hal tersebut.

 

Namun jika lihat dari peraturan  permendikbud nomor 36 tahun 2014 tentang pedoman pendirian, perubahan, dan penutupan satuan pendidikan dasar dan menengah salah satu syarat pendirian pendidikan secara umum meliputi:

  • Studi kelayakan 
  • Isi pendidikan
  • Jumlah dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan
  • Sarana dan prasarana
  • Manajemen dan proses pendidikan

 

2. pendidikan non formal desa sri wangi

            Pendidikan non formal didesa sri wangi ada TPA atau TPQ. Menurut soelaman joesoef, pendiidkan non formal adalah setiap kesempatan dimana terdapat komunikasi yang terarah diluar sekolah dan seseorang memperoleh informasi, pengetahuan, latihan maupun bimbingan sesuai tingkat usia dan kebutuhan hidup dengan tujuan mengemabngkan tingkat usia dan kebutuhan hidup, dengan tujuan mengembangkan  keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan banginya menjadi peserta-peserta yang efesien dan efektif dalam lingkungan keluarga, pekerja bahkan lingkungan masyarakat dan negaranya. 

Suparjo Adikusumo dalam Yoyoh (2000) Menurut Suparjo Adikusumo, Pendidikan Luar Sekolah adalah setiap kesempatan dimana terdapat komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah, dan seseorang memperoleh informasi, pengetahuan, latihan ataupun bimbingan sesuai dengan usia dan kebutuhan hidupnya dengan tujuan untuk mengembangkan tingkat keterampilan, sikap-sikap dan nilai yang memungkinkan baginya menjadi peserta yang efisien dan efektif dalam lingkungan keluarganya bahkan masyarakat dan warganya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang seperti TPQ, TPA,TBK dll

            TPA atau taman pendidikan al-qur’an adalah salah satu lembaga pendidikan non formal yang ada di desa sri wangi kecamatan boyan tanjung, kabupaten Kapuas hulu, yang biasanya diselenggarakan di masjid baitul mustakim dan surau baitul ilmi.

            Sebelum adanya pandemic covid-19 pendidikan non formal ini berjalan dengan lancarnya yakni dimakan setiap hari kecuali malam jumat libur dan dilaksanakan pada waktu sore hari dan setelah magrib, namun hal tersebut berubah saat covid-19 datang dan  menghilangkan sekejap mata kebiasaan kebersamaan, dan dampaknya juga dirasakan di desa sriwangi ini.

            Masjid dan surau pun kian hari makin sepi dan anak-anak yang mengaji pun tidak seaktif  biasanya karena terhalang covid-19 atau corona.

            Jika kita lihat adanya pandemi covid-19 sangatlah menjadi penghambat dalam efektivitas proses pembelajaran formal maupun non formal.  Meskipun dampaknya tidak sebesar seperti yang ada di perkotaan.

            Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Pendidikan di desa sriwangi sudah sangat banyak mengalami perkembangan dari tahun ke-tahun dari bentuk bangunannya dan fasilitas belajarnya juga sudah cukup memadai. SMPN 3 satu atap boyan tanjung buktinya saja bangunan sekolahnya masih bagus dan terawat, lingkungannya bersih, buku-buku pelajaran sudah lumayan lengkap dan alat tulisnya masih menggunakan kapur tulis dan sebagian menggunakan spidol . Dan jumlah peserta didik sudah bisa dikatakan cukup lumayan bagi suatu daerah pedalaman pedesaan dengan total keseluruhan tahun 2020 peserta didiknya berjumlah 60 peserta didik.

            Itulah sekilas mengenai pendidikan yang ada di sriwangi kecamatan boyan tanjung, kabupaten Kapuas hulu, inilah pengetahuan yang saya peroleh dari melihat dan berkunjung ke sekolahan langsung saya dapat belajar bagaimana seharusnya menjadi seorang pendidik yang profesional dan bertanggung jawab sebagaimana yang  dilakukan oleh guru-guru yang ada disini, di SMPN 3 satu atap boyan tanjung jarak tempuh yang cukup jauh bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk bisa menyalurkan ilmu kepada peserta didik dengan tujuan menunaikan kewajiban dan mencerdaskan anak-anak bangsa.

Dan hal unik lainnya yang saya dapatkan selama berada disini adalah adanya IPMSB.  Apa itu ipmsb?

            IPMSB adalah ikatan pelajar dan mahasiswa se kecamatan boyan tanjung yang didirikan pada tahun 1993 dan sudah melaksanakan mubes  ke 10 program kerja tahunan, di ipmsb ada musyawarah besar, ipmsb berbagi, ipmsb mengabdi, mengikuti futsal IPMKH, dll. Dan tujuan didirikan ipmsb untuk mempererat silaturahmi mahasiswa kecamatan boyan tanjung di tanah rantau yang berada di tanah kampus dan berasal dari beberapa desa.

            Ketua ipmsb muhammad basri memaparkan bahwa program kerja yang digagas  selama ia menjadi ketua yaitu adanya ipmsb berbagi ipmsb bakti sosial, dan untuk rutinitas kegiatan mereka melaksanakan yasinan 2 minggu sekali dan kadang juga melaksanakan olahraga bersama.

            Dari sinilah saya belajar bahwa pengabdian untuk memajukan desa sendiri itu sangatlah penting, menjaga silaturahmi agar tetap terjalin meski sudah mengambil jalan masing-masing

           

 

            Perjalanan yang panjang membuat kita semua belajar arti sebuah kehidupan, setiap orang pasti mempunyai cerita perjalanannya masing-masing entah itu menyenangkan ataupun dihadapi dengan suatu permasalahan, namun yakin dan percayalah setiap masalah pasti mempunyai solusi asalkan kita tidak patah semangat dan  pantang menyerah adalah jawaban untuk menyelesaikan sebuah masalah tersebut.

            Kadang kala perjalanan hidup inilah yang akan membuat seseorang tersebut jauh lebih dewasa. Dewasa dalam segala hal, yakni dalam menghadapi sebuah tantangan dalam hidup dan mampu berpikir jernih menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi.

            Perjalanan hidup bukan hanya menginspirasi diri sendiri namun juga bisa menginspirasi orang lain, seperti halnya perjalanan panjang dalam menempuh pendidikan dengan harapan bisa meraih harapan dan cita-cita, memang tidak mudah menyelesaikannya namun bukan berarti tidak bisa.

            Setiap manusia ingin menjadi orang sukses dalam impian dan cita-citanya, langkah pertama yang harus kita tempuh adalah dengan belajar, karena dengan belajar wawasanmu menjadi jauh lebih luas. Keluarlah dari zona nyaman, majulah terus untuk meraih impian terbesarmu.

            Sebab untuk mendapatkan impian terbesar kita tidak bisa didapat dengan instan, pastinya dibutuhkan perjuangan yang ekstra untuk bisa meraihnya.

            Memang dalam proses perjalanannya tidaklah semulus rencananya, saat menjalani proses belajar kadang kala kita semua dilanda rasa malas dan lebih tertarik kepada hal lain, namun itu lumrah adanya. dengan catatan jangan pernah rasa malas mengusai diri kita dan mengalahkan impian dalam hidup kita. Dan jangan pernah melupakan jasa besar pergorbanan sosok yang luar biasa para guru, pahlawan tanpa tanda jasa.

Dunia pendidikan tak lepas dari para pengajar alias guru, para pejuang tulus tanpa tanda jasa yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan ilmu kita menuju keilmuan. Ilmu tak melulu soal angka, tapi bekal dalam hidup.

(Ki hajar dewantara)

Pentingnya menguasai ilmu pengetahuan

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

"Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu." (HR. Ahmad)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 SISTEM PENDIDIKAN DI DESA SRI WANGI

Oleh: Rosanti

secara astronomi  kabupaten Kapuas hulu terletak antara 0,50 lintang utara sampai 1,40 bujur barat sampai 114,100 bujur timur dengan ibukota putussibau, dan sebelah utara kapuas hulu berbatasan dengan serawak (Malaysia timur), sebelah barat berbatasan dengan  provinsi Kalimantan timur dan Kalimantan tengah, sebelah selatan berbatasan dengan provinsi kabupaten sintang dan provinsi Kalimantan tengah.

Desa sriwangi kecamatan boyan tanjung, kabupaten Kapuas hulu, provinsi Kalimantan barat, Indonesia. Merupakan desa yang masih tergolong sebagai desa berkembang dan desa sriwangi ini letaknya berada di penghujung sungai boyan.

Sedangkan nama desa sri wangi berasal dari pohon serai wangi, konon katanya pohon  tersebut berbau wangi seperti serai oleh karenanya desa ini dinamakan desa sri wangi, desa ini berdiri sejak tahun 1988 dan membuat jalan pada tahun 1995. Desa sriwangi memiliki batas wilayah yakni sebelah utara berbatasan dengan nanga sangan  atau riam  mengelai, sebelah selatan berbatasan dengan nanga jemah, sebelah timur berbatasan dengan riam piyang dan sebelah barat berbatasan dengan nanga yen. Dengan jumlah penduduk sekitar 767 orang dengan jumlah laki-laki 371 orang dan jumlah wanita 396 orang. 

Pertama kali  yang saya rasakan saat datang sebagai tamu dari luar yang berkunjung ke desa sri wangi kecamatan boyan tanjung,  kabupaten kubu raya, adalah sambutan yang hangat kepada kami semua. Hal ini membuat kami semua semakin betah berada di desa sriwangi ini.

Setelah beberapa hari di desa ini banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan bahwa ternyata banyak sekali potensi alam yang  tersedia di desa sriwangi ini. Salah satunya wisata air terjun bukit mantu itu adalah salah satu destinasi wisata, dan pengetahuan mengenai pendidikan yang ada di di desa sriwangi, kecamatan boyan tanjung.

Berbicara soal pendidikan, Salah satu sektor penting yang secara langsung memberikan kontribusi terbesar dalam mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sektor pendidikan. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan suatu keharusan bagi sebuah bangsa di era globalisasi.

 di setiap daerah pasti mempunyai sistem pendidikanya yang berbeda-beda meskipun secara keseluruhan setiap pendidikan  itu sama. yakni ada bangunan sekolah , murid, guru, dan fasilitas belajar dan  Begitu juga di desa sriwangi.

Di desa sriwangi kecamatan boyan  tanjung ada dua jenis  pendidikan diantaranya ada Pendidikan formal dan non formal.  Menurut undang-undang republic Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal satu (1) yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar  dan proses pembelajaran agar peserta didik  secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEKOLAH"

Post a Comment